ABAC 2026 Jakarta: RI Dorong Kerja Sama Digital. Pertemuan pertama Dewan Penasihat Bisnis APEC (ABAC) 2026 baru saja berlangsung di Jakarta pada 7–9 Februari 2026. Indonesia, sebagai tuan rumah, memanfaatkan momen ini untuk mendorong kerja sama digital di kawasan Asia-Pasifik. Dengan tema utama “Openness, Connectivity, Synergy”, forum ini menekankan pentingnya keterbukaan pasar, konektivitas yang lebih dalam, dan kolaborasi lintas sektor. Indonesia secara aktif mengusung agenda digitalisasi, terutama perluasan sistem pembayaran QRIS lintas negara serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung perdagangan dan inklusi keuangan. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika ekonomi regional yang dipimpin China sebagai ketua APEC tahun ini. Mari kita bahas lebih lanjut. REVIEW FILM
Latar Belakang dan Penyelenggaraan ABAC Meeting I 2026: ABAC 2026 Jakarta: RI Dorong Kerja Sama Digital
ABAC Meeting I 2026 digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, sebagai pertemuan pembuka dari empat rangkaian pertemuan ABAC sepanjang tahun. Sebagai badan penasihat bisnis resmi bagi pemimpin APEC, ABAC memainkan peran krusial dalam merumuskan rekomendasi kebijakan yang berorientasi pada dunia usaha. Pertemuan ini dihadiri perwakilan dari 21 ekonomi anggota APEC, termasuk pemimpin bisnis dari China, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara ASEAN.
Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah pertemuan pertama ini atas permintaan khusus dari China sebagai ketua APEC 2026. Ketua Kadin Indonesia sekaligus Ketua ABAC Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menekankan bahwa forum ini menjadi kesempatan emas untuk mempromosikan perdagangan, investasi, inklusi keuangan, integrasi ekonomi regional, dan keberlanjutan. Tema “Openness, Connectivity, Synergy” mencerminkan komitmen bersama untuk membuka pasar lebih lebar, memperkuat konektivitas fisik, institusional, serta people-to-people, dan menciptakan sinergi antarnegara.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas empat kelompok kerja utama: Regional Economic Integration, Sustainability, Digital and Innovation, Connectivity, serta satu task force khusus Finance and Economics. Indonesia menempatkan konektivitas sebagai agenda strategis, termasuk konektivitas digital yang menjadi salah satu fokus utama.
Dorongan Indonesia terhadap Kerja Sama Digital: ABAC 2026 Jakarta: RI Dorong Kerja Sama Digital
Indonesia secara tegas mendorong penguatan kerja sama digital di forum ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti perlunya digitalisasi pembayaran lintas negara untuk memperlancar perdagangan dan meningkatkan ekspor. Saat ini, sekitar 70 persen ekspor Indonesia ditujukan ke negara-negara APEC, sehingga penguatan infrastruktur digital menjadi prioritas.
Salah satu inisiatif utama adalah perluasan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke lebih banyak negara anggota APEC. QRIS sudah terintegrasi dengan beberapa negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan kawasan Timur Tengah. Pemerintah berencana memperluasnya ke negara-negara APEC lainnya, termasuk potensi ke China dan Amerika Serikat, guna memudahkan transaksi digital bagi pelaku usaha kecil hingga besar. Langkah ini diharapkan meningkatkan inklusi keuangan, mengurangi biaya transaksi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif.
Selain QRIS, Indonesia juga aktif mendorong kolaborasi di bidang teknologi dan inovasi. Fokusnya meliputi percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) di sektor tradisional, navigasi implikasi mata uang digital, serta persiapan menghadapi kemajuan teknologi quantum. ABAC menekankan pentingnya kerja sama lintas ekonomi untuk memanfaatkan teknologi digital guna mendukung perdagangan hijau, ekonomi digital, dan layanan berbasis digital. Indonesia melihat ini sebagai peluang untuk memperkuat posisi sebagai hub digital di kawasan, sekaligus memastikan manfaat teknologi tersebar merata.
Dorongan ini sejalan dengan agenda APEC yang lebih luas, termasuk mempertahankan moratorium e-commerce dan mendorong pertumbuhan perdagangan layanan digital. Dengan demikian, kerja sama digital bukan hanya soal transaksi, tapi juga tentang membangun ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan.
Dampak dan Harapan ke Depan
Pertemuan di Jakarta berhasil meluncurkan program kerja ABAC 2026 secara resmi, dengan komitmen bersama untuk solusi praktis yang berbasis bisnis. Indonesia berhasil menempatkan konektivitas digital sebagai salah satu pilar utama, yang diharapkan membawa manfaat nyata bagi pelaku usaha lokal. Perluasan QRIS lintas negara diproyeksikan meningkatkan ekspor dan investasi masuk, sementara kolaborasi teknologi dapat mempercepat transformasi digital di berbagai sektor.
Bagi Indonesia, forum ini juga menjadi ajang untuk menarik lebih banyak investasi dan memperkuat integrasi regional. Dengan dukungan penuh dari Kadin dan pemerintah, ABAC 2026 diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa diterjemahkan menjadi kebijakan di tingkat APEC. Tantangan seperti dinamika geopolitik dan persaingan global justru menjadi momentum untuk mempererat kerja sama, terutama di ranah digital yang semakin krusial.
Kesimpulan
ABAC Meeting I 2026 di Jakarta menjadi bukti komitmen Indonesia dalam mendorong kerja sama digital di kawasan Asia-Pasifik. Melalui perluasan QRIS, penguatan konektivitas digital, dan kolaborasi teknologi, Indonesia tidak hanya memperkuat posisi ekonominya, tapi juga berkontribusi pada pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh anggota APEC. Dengan tema “Openness, Connectivity, Synergy” sebagai panduan, forum ini membuka jalan bagi integrasi yang lebih dalam dan inovasi bersama. Ke depan, kerja sama digital yang lebih erat diharapkan menjadi kunci menghadapi tantangan ekonomi global, sekaligus membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha di kawasan.