Angin Kencang Rusak Rumah di Sulawesi Selatan. Angin kencang disertai hujan deras melanda Sulawesi Selatan pada Rabu malam hingga Kamis dini hari (29/1/2026), merusak ratusan rumah dan fasilitas umum di beberapa kabupaten. Kejadian ini menjadi puncak dari serangkaian cuaca ekstrem yang melanda provinsi tersebut sejak pertengahan Januari, dengan kerusakan terparah tercatat di Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, dan Takalar. REVIEW FILM
Kerusakan Terparah di Jeneponto dan Bantaeng
Di Kabupaten Jeneponto, angin dengan kecepatan mencapai 60–70 km/jam menerbangkan atap rumah, menumbangkan pohon, dan merobohkan tiang listrik di Kecamatan Tamalatea, Binamu, dan Bangkala. BPBD Jeneponto mencatat lebih dari 150 rumah rusak ringan hingga berat, termasuk puluhan atap seng yang beterbangan hingga ratusan meter. Beberapa sekolah dasar dan masjid juga kehilangan atap, sementara listrik padam total di tiga kecamatan selama lebih dari 12 jam.
Di Bantaeng, angin puting beliung menyapu Kecamatan Bissappu dan Sinoa, merusak sekitar 80 rumah dan membuat warga panik berlarian mencari tempat aman. Pohon-pohon besar tumbang menutup akses jalan kabupaten, sementara beberapa warung dan kios hancur total. Di Takalar, angin kencang merobohkan puluhan tiang listrik dan merusak rumah di Kecamatan Sanrobone serta Galesong Selatan. Total rumah rusak di tiga kabupaten ini diperkirakan mencapai 300 unit, dengan ratusan warga terdampak langsung.
Pemicu dan Peringatan BMKG
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini angin kencang dan hujan lebat untuk wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan. Kondisi ini dipicu penguatan pola tekanan rendah di Laut Flores serta aliran massa udara dingin dari Australia yang bertemu dengan udara lembab di atas Sulsel. Kecepatan angin maksimum tercatat hingga 75 km/jam di beberapa titik pantai, cukup kuat untuk merobohkan bangunan semi-permanen dan menumbangkan pohon besar.
Hujan deras yang menyertai juga menyebabkan genangan di Makassar dan sekitarnya, meski tidak separah kerusakan akibat angin. Listrik padam massal terjadi di wilayah Jeneponto–Bantaeng karena gardu induk terdampak pohon tumbang, membuat ribuan pelanggan gelap hingga Kamis siang.
Penanganan Darurat dan Bantuan
BPBD Sulsel bersama TNI-Polri dan relawan langsung bergerak sejak Kamis pagi. Tim evakuasi membersihkan pohon tumbang di jalan utama, mendistribusikan terpal darurat untuk atap rumah yang rusak, serta mendirikan dapur umum di posko-posko pengungsian. Bupati Jeneponto dan Bantaeng turun langsung ke lokasi, memerintahkan pendataan cepat dan bantuan logistik bagi warga terdampak. PLN mengerahkan ratusan personel untuk perbaikan jaringan listrik, dengan target pemulihan bertahap hingga Jumat malam.
Pemprov Sulsel mengalokasikan dana tidak terduga untuk perbaikan rumah warga dan infrastruktur umum. Masyarakat diimbau tetap waspada karena BMKG memprediksi angin kencang masih berpotensi hingga akhir Januari di wilayah pesisir selatan Sulawesi.
Kesimpulan
Angin kencang yang merusak ratusan rumah di Sulawesi Selatan ini jadi pengingat bahwa cuaca ekstrem di awal 2026 masih sangat berbahaya, terutama di wilayah pesisir dan dataran rendah. Dengan kerusakan infrastruktur dan listrik yang meluas, penanganan cepat dari pemerintah daerah serta solidaritas masyarakat jadi kunci pemulihan. Semoga bantuan segera sampai ke tangan warga yang membutuhkan, listrik kembali normal, dan cuaca segera membaik agar kehidupan bisa berjalan seperti sedia kala. Tetap waspada dan saling bantu di tengah musim hujan yang belum usai.