Apakah Aksi Trump Atas Penangkapan Maduro Legal? Penangkapan Nicolás Maduro oleh pasukan militer Amerika Serikat pada 3 Januari 2026 memicu perdebatan sengit tentang legalitas aksi tersebut. Presiden Donald Trump mengumumkan keberhasilan operasi ini dalam konferensi pers, menyatakan bahwa Maduro dibawa ke New York untuk menghadapi tuduhan perdagangan narkoba. Namun, banyak ahli hukum mempertanyakan apakah intervensi ini sesuai dengan hukum internasional dan domestik AS. Operasi ini melibatkan serangan mendadak ke Caracas, menangkap Maduro dan istrinya tanpa perlawanan signifikan, tapi rencana Trump untuk sementara “mengurus” Venezuela menambah kerumitan. Debat ini mencakup isu kedaulatan negara, imunitas kepala negara, dan otoritas presiden AS dalam tindakan militer luar negeri. BERITA OLAHRAGA
Perspektif Hukum Internasional: Apakah Aksi Trump Atas Penangkapan Maduro Legal?
Dari sudut pandang hukum internasional, aksi ini sering dianggap melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa yang melarang penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara lain. Pengecualian hanya untuk pertahanan diri atau otorisasi Dewan Keamanan PBB, yang tidak ada dalam kasus ini. Penangkapan Maduro di wilayah Venezuela tanpa persetujuan pemerintah setempat dianggap agresi, sesuai definisi Majelis Umum PBB. Bahkan jika Maduro tidak diakui secara luas sebagai presiden sah karena tuduhan pemilu curang, imunitas kepala negara tetap berlaku untuk mencegah penangkapan politis. Ahli menyebut ini mirip invasi Panama 1989 terhadap Manuel Noriega, yang juga kontroversial dan dikecam sebagai pelanggaran hukum internasional. Rencana AS untuk mengelola Venezuela sementara bahkan bisa dianggap okupasi ilegal, tanpa dasar hukum yang jelas.
Aspek Hukum Domestik AS: Apakah Aksi Trump Atas Penangkapan Maduro Legal?
Di dalam negeri, pertanyaan muncul soal otoritas presiden tanpa persetujuan Kongres. Hukum AS mewajibkan pemberitahuan kepada pemimpin kongres untuk operasi militer besar, tapi administrasi Trump telah mengurangi kewajiban ini. Operasi ini dilakukan tanpa otorisasi eksplisit dari Kongres, mirip kasus serangan terhadap Qasem Soleimani tahun 2020 yang juga debatkan. Tuduhan narkoba terhadap Maduro memang ada sejak 2020, dengan imbalan 50 juta dolar, tapi penangkapan di luar negeri tanpa perjanjian ekstradisi memunculkan isu yurisdiksi. Doktrin Ker-Frisbie memungkinkan pengadilan AS memproses tersangka meski cara penangkapannya ilegal, tapi ini kontroversial dan tak selesaikan pelanggaran internasional. Trump sebut ini sebagai tindakan penegakan hukum, tapi kritikus anggap melebihi batas kekuasaan eksekutif.
Reaksi dan Implikasi Global
Reaksi internasional keras, dengan Rusia dan Cina mengutuk sebagai agresi, sementara sekutu AS seperti Brasil waspadai dampak regional. Di Venezuela, wakil presiden menantang, dan situasi domestik kacau dengan pemadaman dan kerusuhan. Implikasi lebih luas termasuk risiko konflik berkepanjangan jika kelompok bersenjata lawan, atau kekosongan kekuasaan yang picu kekacauan. Bagi AS, ini bisa buka akses minyak Venezuela, tapi ancam citra sebagai pemimpin aturan berbasis. Debat legalitas ini ingatkan preseden seperti Irak atau Panama, di mana tindakan serupa akhirnya dianggap sah oleh AS tapi dikecam dunia. Trump peringatkan pemimpin lain, tapi ini bisa picu tuntutan hukum internasional terhadap AS.
Kesimpulan
Aksi Trump dalam penangkapan Maduro memunculkan keraguan serius tentang legalitasnya, baik dari perspektif internasional maupun domestik. Melanggar kedaulatan Venezuela tanpa otorisasi PBB atau Kongres, operasi ini sering dilihat sebagai agresi ilegal, meski dibungkus tuduhan narkoba. Rencana mengelola negara itu tambah isu okupasi, tanpa dasar hukum kuat. Meski Trump anggap kemenangan melawan narkotika, implikasi global bisa picu ketidakstabilan lebih besar. Debat ini tekankan pentingnya aturan internasional dalam tindakan unilateral, dan nasib Maduro di pengadilan AS akan jadi ujian lebih lanjut. Pada akhirnya, legalitas aksi ini tergantung perspektif, tapi banyak ahli anggap melewati batas yang berbahaya.