Atap Rumah Runtuh di Pacitan Pasca Gempa. Gempa magnitudo 6,4 yang mengguncang Pacitan, Jawa Timur, pada Kamis dini hari 6 Februari 2026 pukul 02.49 WIB menyebabkan sejumlah atap rumah runtuh parsial di beberapa kecamatan. Pusat gempa berada di laut pada kedalaman 10 km, sekitar 86 km barat daya Pacitan, sehingga guncangan vertikalnya kuat dan memicu kerusakan pada struktur atap yang sudah rapuh. BPBD Kabupaten Pacitan melaporkan setidaknya 45 rumah mengalami runtuhnya atap atau plafon, dengan mayoritas berada di Kecamatan Pacitan, Kebonagung, Punung, dan Ngadirojo. Tidak ada korban jiwa dari insiden runtuh atap ini, tetapi beberapa warga mengalami luka ringan akibat tertimpa genteng atau material ringan. INFO SAHAM
Kerusakan Atap dan Bangunan Lainnya: Atap Rumah Runtuh di Pacitan Pasca Gempa
Kerusakan terbanyak terjadi pada rumah berdinding bata atau kayu dengan atap genteng tanah liat yang sudah tua. Di Desa Sidomulyo dan Menadi, sekitar 18 rumah mengalami runtuhnya sebagian atap karena guncangan vertikal yang kuat. Genteng berjatuhan ke dalam rumah, merusak plafon kayu dan furnitur. Di Kecamatan Punung, 12 rumah mengalami kerusakan serupa, ditambah beberapa gudang padi yang atapnya roboh parsial.
Selain atap, kerusakan lain yang tercatat:
Retak dinding pada lebih dari 300 rumah di kecamatan pegunungan.
Plafon gypsum runtuh di 70 rumah dan beberapa mushola.
Genteng lepas massal di ratusan rumah, menyebabkan kebocoran saat hujan susulan.
Di Trenggalek dan Ponorogo, kerusakan atap lebih ringan—hanya genteng lepas dan plafon retak—tanpa runtuh total. Tidak ada laporan runtuh atap di Yogyakarta atau Surabaya, meski getaran terasa cukup kuat di sana.
Penanganan Darurat dan Bantuan: Atap Rumah Runtuh di Pacitan Pasca Gempa
Tim assessment BPBD, Dinas PUPR, dan relawan mulai memeriksa rumah-rumah sejak pukul 04.00 WIB. Hingga Jumat siang, sekitar 65% rumah terdampak sudah diperiksa. Hasil sementara:
70% rumah masih layak huni dengan perbaikan ringan.
25% rumah perlu perbaikan sedang (atap dan plafon).
5% rumah tidak layak huni sementara karena atap runtuh sebagian besar.
Posko darurat di Kecamatan Pacitan menampung lebih dari 600 jiwa pengungsi. Bantuan logistik berupa terpal, seng gelombang, makanan siap saji, air minum, dan obat-obatan sudah disalurkan. Tim medis dari puskesmas dan PMI memberikan perawatan luka ringan dan layanan psikososial untuk anak-anak serta lansia yang trauma. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan pemerintah provinsi siap memberikan bantuan stimulan perbaikan atap melalui dana siap pakai dan koordinasi dengan Kementerian PUPR.
Rekomendasi BMKG dan Langkah Pencegahan
BMKG memprediksi gempa susulan masih mungkin terjadi hingga 9–10 Februari dengan magnitudo maksimal 5,5. Masyarakat diimbau:
Hindari tidur di bawah plafon atau atap yang sudah retak/runtuh.
Gunakan terpal sementara untuk menutup atap bocor.
Waspada longsor susulan di lereng pegunungan Pacitan.
Tidak memasuki rumah yang rusak sebelum dinyatakan aman oleh tim assessment.
Pemerintah daerah diminta mempercepat distribusi seng dan bahan perbaikan atap, serta memastikan akses jalan tetap aman untuk distribusi bantuan.
Kesimpulan
Gempa M6.4 di Pacitan pada dini hari 6 Februari 2026 menyebabkan runtuhnya atap pada puluhan rumah, terutama di kecamatan pegunungan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa dari runtuh atap, kerusakan ini menambah beban warga yang rumahnya sudah retak. Pemantauan ketat BPBD dan distribusi bantuan darurat sudah berjalan baik, namun perbaikan atap dan plafon perlu segera dilakukan sebelum hujan lebat datang. Semoga tidak ada korban tambahan dan warga bisa segera memperbaiki rumah mereka. Kejadian ini sekali lagi menegaskan pentingnya bangunan tahan gempa, terutama atap dan plafon yang rentan pada guncangan vertikal. Tetap waspada terhadap susulan, ikuti arahan resmi, dan saling bantu sesama warga terdampak.