Banjir Jakarta Meluas, 45 RT Tergenang 23 Januari. Genangan banjir di Jakarta kembali meluas pada 23 Januari 2026 sore hari. BPBD DKI mencatat 45 RT terendam dengan ketinggian air bervariasi 30–120 cm, terutama di Jakarta Timur, Selatan, dan Utara. Curah hujan kumulatif sejak malam sebelumnya mencapai 160–240 mm di beberapa titik, ditambah banjir rob yang masih menggenangi pesisir utara. Meski hujan sudah mereda sejak siang, luapan Kali Ciliwung dan Kali Angke terus menambah beban genangan di kawasan tengah dan timur. Situasi ini membuat lalu lintas lumpuh di puluhan ruas utama dan memaksa ratusan warga mengungsi sementara. MAKNA LAGU
Sebaran Genangan dan Titik Rawan Banjir Jakarta: Banjir Jakarta Meluas, 45 RT Tergenang 23 Januari
Genangan terparah terjadi di Jakarta Timur, khususnya Kelurahan Cawang, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cipinang Melayu, dan Duren Sawit dengan ketinggian 70–120 cm. Di Jakarta Selatan, Pancoran, Tebet, dan Mampang Prapatan masih tergenang 50–100 cm. Jakarta Utara mengalami banjir rob parah di Pluit, Ancol, Muara Karang, dan Penjaringan dengan air laut masuk hingga 1–2 km ke daratan. Jakarta Barat dan Jakarta Pusat relatif lebih terkendali, tapi beberapa titik seperti Jl. Letjen S. Parman, Jl. Gatot Subroto, dan Jl. Sudirman-Thamrin masih macet parah karena genangan 40–80 cm. BPBD melaporkan total 45 RT terendam, 26 di antaranya genangan parah (>70 cm). Longsor kecil juga terjadi di lereng Jakarta Selatan dan Depok, menutup beberapa jalan kecil dan mengancam rumah warga.
Dampak terhadap Masyarakat dan Infrastruktur Jakarta: Banjir Jakarta Meluas, 45 RT Tergenang 23 Januari
Hingga sore hari, banjir sudah memaksa sekitar 1.200 warga mengungsi ke posko di masjid, gereja, dan sekolah. Beberapa ruas jalan protokol seperti Jl. MT Haryono, Jl. DI Panjaitan, dan Jl. Raya Bogor lumpuh total karena kendaraan mogok dan genangan tinggi. Listrik padam di ratusan rumah karena pohon tumbang menimpa kabel dan gardu distribusi. Jaringan telepon dan internet terganggu di beberapa kawasan. Petugas gabungan TNI-Polri, Satpol PP, dan relawan membantu evakuasi dan distribusi logistik darurat: makanan siap saji, air minum, selimut, dan obat-obatan. Pompa air di 10 titik utama diaktifkan penuh, sementara pintu air Manggarai dan Waduk Pluit dibuka maksimal untuk antisipasi luapan Kali Ciliwung. Beberapa titik rawan seperti Kampung Melayu dan Cawang masih menjadi prioritas evakuasi karena risiko air terus naik meski hujan sudah reda.
Respons Pemerintah dan Prakiraan ke Depan
Gubernur DKI Jakarta langsung memimpin rapat koordinasi darurat dan memerintahkan seluruh RT/RW siaga banjir hingga malam. Dishub DKI menutup sementara beberapa ruas jalan rawan dan mengalihkan lalu lintas ke jalur alternatif. Dinas Sumber Daya Air terus memompa air dan membersihkan saluran tersumbat. BNPB menyatakan siap kirim bantuan logistik tambahan jika banjir meluas. BMKG memperkirakan hujan sedang hingga lebat masih mungkin terjadi malam ini hingga dini hari 24 Januari, terutama di Jakarta Selatan dan Timur. Curah hujan tambahan 40–80 mm diperkirakan, sehingga risiko genangan baru dan luapan sungai tetap tinggi. Masyarakat diminta pantau prakiraan cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG dan hindari daerah rawan banjir serta sungai meluap.
Kesimpulan
Banjir Jakarta pada 23 Januari 2026 masih menjadi masalah serius dengan 45 RT terendam dan genangan meluas di Jakarta Timur, Selatan, dan pesisir utara. Respons cepat dari BPBD, Dishub, dan pompa air menjadi harapan utama mengurangi dampak. Namun prakiraan hujan lanjutan hingga dini hari menunjukkan risiko banjir besar tetap ada. Warga Jakarta diminta tetap waspada, pantau informasi resmi, dan hindari daerah rawan. Semoga hujan segera berhenti total dan ibu kota bisa kembali normal tanpa korban tambahan. Cuaca ekstrem memang ujian berat, tapi kesiapsiagaan dan kerjasama bisa meminimalkan kerugian. Tetap aman di rumah kalau tidak mendesak!