Banjir Jakarta Meluas: 52 RT & 17 Ruas Jalan Tergenang. Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Rabu malam hingga Kamis siang membuat banjir semakin meluas. Berdasarkan data terbaru BPBD DKI Jakarta per pukul 14.00 WIB, Kamis (29 Januari 2026), sebanyak 52 RT di lima wilayah kota terendam air, ditambah 17 ruas jalan yang tergenang. Genangan ini dipicu curah hujan tinggi dan luapan sungai utama seperti Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, serta Kali Angke Hulu. Jakarta Timur menjadi wilayah paling terdampak dengan 17 RT, diikuti Jakarta Barat 14 RT, Jakarta Pusat 9 RT, dan sisanya di Jakarta Utara serta Selatan. Kondisi ini membuat lalu lintas terganggu, warga kesulitan beraktivitas, dan petugas gabungan berjibaku mengevakuasi serta memompa air agar genangan cepat surut. REVIEW FILM
Penyebab dan Distribusi Genangan Banjir Jakarta yang Meluas: Banjir Jakarta Meluas: 52 RT & 17 Ruas Jalan Tergenang
Banjir kali ini dipicu intensitas hujan yang tinggi sejak malam sebelumnya, ditambah debit air sungai yang melonjak. Kenaikan muka air di sejumlah pintu air seperti Manggarai dan Katulampa memaksa air meluap ke pemukiman dan jalan raya. Jakarta Timur paling parah karena banyak RT di bantaran Kali Ciliwung, seperti di Kelurahan Bidara Cina (4 RT), Kampung Melayu (4 RT), Cipinang Muara (2 RT), dan sekitarnya. Ketinggian air di wilayah ini bervariasi, mulai dari 30 cm hingga mencapai 1,4 meter di beberapa titik.
Jakarta Barat juga terdampak signifikan dengan 14 RT, terutama di area yang dekat Kali Pesanggrahan dan Angke Hulu. Jakarta Pusat mencatat 9 RT, sementara Jakarta Utara dan Selatan masing-masing 2 RT. Selain pemukiman, 17 ruas jalan utama ikut tergenang, termasuk Jalan Daud Raya, Meruya Selatan, Strategi Raya, Basoka Raya, dan Daan Mogot di Jakarta Barat. Beberapa ruas sudah mulai surut, tapi genangan masih menghambat mobilitas kendaraan, terutama di area rendah. BPBD mencatat bahwa banjir ini merupakan yang kelima di Januari 2026, menunjukkan pola cuaca ekstrem yang terus berulang.
Upaya Penanganan dan Respons Pemerintah dalam Banjir Jakarta yang Meluas: Banjir Jakarta Meluas: 52 RT & 17 Ruas Jalan Tergenang
Petugas dari BPBD, Dinas Sumber Daya Air, serta TNI-Polri dikerahkan sejak pagi untuk menangani genangan. Pompa air dan tali air diaktifkan maksimal, sementara evakuasi warga dilakukan di titik-titik kritis menggunakan perahu karet. Beberapa ruas jalan yang tergenang sudah berhasil disedot, meski upaya ini butuh waktu karena debit air yang masih tinggi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Gubernur Pramono Anung menekankan pentingnya normalisasi sungai, yang diklaim sudah mampu mengatasi sekitar 40 persen potensi banjir di beberapa wilayah.
Masyarakat diimbau tetap waspada, menghindari area rawan, dan melaporkan jika ada korban atau kerusakan. Posko bantuan didirikan di kelurahan-kelurahan terdampak untuk mendistribusikan logistik dan tempat pengungsian sementara. Meski tidak ada korban jiwa dilaporkan, banjir ini tetap mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi warga yang rumahnya terendam hingga dada orang dewasa.
Dampak dan Prospek ke Depan
Genangan di 52 RT dan 17 ruas jalan ini berdampak luas: lalu lintas macet parah di beberapa koridor, sekolah dan kantor terganggu, serta risiko kesehatan meningkat karena air kotor. Di Jakarta Timur dan Barat, warga harus bertahan di lantai atas rumah sambil menunggu surut. Situasi ini juga menyoroti tantangan infrastruktur kota, di mana sistem drainase dan normalisasi sungai belum sepenuhnya optimal menghadapi hujan ekstrem.
Ke depan, BMKG memprediksi cuaca masih berpotensi hujan lebat di akhir pekan, sehingga banjir bisa bertambah jika tidak ada penurunan debit sungai. Pemerintah terus mendorong program penanggulangan banjir jangka panjang, termasuk pembangunan waduk, polder, dan pembersihan sungai. Bagi warga, kesiapsiagaan tetap kunciāsiapkan tas darurat, pantau info resmi, dan hindari melintasi genangan dalam.
Kesimpulan
Banjir Jakarta yang meluas hingga menyentuh 52 RT dan 17 ruas jalan pada Kamis (29 Januari 2026) menjadi pengingat betapa rentannya ibu kota terhadap cuaca ekstrem. Dipicu hujan deras dan luapan sungai, genangan ini mengganggu kehidupan ribuan warga, tapi upaya penanganan cepat dari petugas mulai menunjukkan hasil. Meski banjir Januari ini sudah kelima kalinya, harapan tetap ada melalui percepatan infrastruktur dan kesadaran bersama. Saat ini, fokus utama adalah memastikan genangan surut secepat mungkin agar Jakarta kembali normal, sambil bersiap menghadapi potensi hujan lanjutan di hari-hari mendatang.