BMKG Siaga Cuaca Ekstrem hingga 7 Februari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperpanjang status siaga cuaca ekstrem hingga Minggu 7 Februari 2026. Peringatan ini dikeluarkan karena sisa pengaruh ex-siklon PENHA yang melemah masih menarik massa udara basah dari Monsun Asia, ditambah konvergensi angin di atas Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Hujan lebat hingga sangat lebat, kilat/petir, angin kencang, dan gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan. Hingga Sabtu pagi 7 Februari, banjir, longsor, dan genangan sudah melanda belasan kabupaten/kota di Jawa, dengan korban jiwa tercatat 9 orang dan lebih dari 100.000 jiwa terdampak. REVIEW FILM
Wilayah Rawan dan Intensitas Hujan: BMKG Siaga Cuaca Ekstrem hingga 7 Februari
Hujan lebat hingga sangat lebat masih berlangsung di:
Jawa Barat: Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, Ciamis, dan Cilacap (curah hujan 150–280 mm dalam 24 jam terakhir). Banjir bandang di Sungai Cimanuk dan Citanduy semakin meluas.
Jawa Tengah: Kebumen, Purworejo, Cilacap, Wonogiri, Banjarnegara, Purbalingga, dan Banyumas (genangan 80–150 cm di kawasan rendah, longsor di lereng Gunung Slamet dan Merapi).
Jawa Timur: Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Tulungagung, dan Malang bagian selatan (banjir bandang di Sungai Grindulu dan longsor di lereng Gunung Wilis).
Bali dan Nusa Tenggara: hujan lebat di pesisir selatan Bali, Lombok Barat, dan Sumbawa.
Potensi hujan sedang-lebat masih tinggi hingga 7 Februari, terutama saat puncak pasang tinggi pukul 04.00–07.00 dan 16.00–19.00 WIB. Angin kencang 45–75 km/jam dan gelombang tinggi 3–4 meter juga berpotensi di perairan selatan Jawa dan Selat Bali.
Dampak terhadap Masyarakat dan Respons Darurat : BMKG Siaga Cuaca Ekstrem hingga 7 Februari
Korban meninggal dunia tercatat 9 orang (4 di Garut, 2 di Cilacap, 2 di Tasikmalaya, 1 di Purworejo) akibat longsor dan banjir bandang. Lebih dari 100.000 jiwa terdampak, dengan sekitar 18.000 orang mengungsi sementara ke masjid, sekolah, dan balai desa. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah, termasuk rusaknya rumah, jembatan, jalan, sawah, dan infrastruktur listrik. Beberapa akses jalan nasional seperti Sukabumi–Cianjur, Garut–Tasikmalaya, dan Cilacap–Purworejo masih terputus karena longsor dan genangan.
BPBD di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali mempertahankan posko gabungan 24 jam. Tim SAR Basarnas, TNI-Polri, Tagana, PMI, dan relawan terus melakukan evakuasi menggunakan perahu karet, helikopter, dan alat berat. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air minum, selimut, obat-obatan, dan terpal sudah disalurkan ke lebih dari 600 titik pengungsian. Gubernur masing-masing provinsi menyatakan status tanggap darurat diperpanjang hingga 10 Februari dan meminta bantuan tambahan dari pusat.
Rekomendasi BMKG dan Langkah Antisipasi
BMKG memperpanjang status siaga hingga 7 Februari malam dengan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi masih mungkin terjadi. Masyarakat diimbau:
Hindari aktivitas di tepi sungai, lereng curam, dan pantai saat cuaca ekstrem.
Siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat-obatan, senter, dan dokumen penting.
Pantau informasi cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG atau radio lokal.
Pemerintah daerah juga diimbau mempercepat normalisasi sungai, pembersihan drainase, dan relokasi warga dari zona rawan longsor serta banjir bandang. BNPB menyiapkan stok bantuan logistik untuk 45 hari ke depan jika curah hujan tetap tinggi.
Kesimpulan
Cuaca ekstrem akibat sisa pengaruh ex-siklon PENHA masih mengancam Jawa Tengah dan Jawa Barat hingga 7 Februari 2026. Banjir, longsor, dan genangan terus melanda, dengan korban jiwa bertambah menjadi 9 orang dan puluhan ribu jiwa terdampak. Respons cepat BPBD, Basarnas, TNI-Polri, dan pemerintah daerah sudah terlihat efektif, namun potensi bencana susulan tetap tinggi selama hujan masih intens. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan resmi. Semoga cuaca segera membaik dan tidak menimbulkan korban lebih lanjut. Kesiapsiagaan dan solidaritas tetap menjadi kunci menghadapi sisa musim hujan yang masih panjang. Tetap aman dan saling bantu di tengah cuaca ekstrem ini.