BMKG Waspada Hujan Lebat Sumatera-Jawa Hari Ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Sumatera dan Jawa pada 23 Januari 2026. Curah hujan ekstrem diprediksi mencapai 150–300 mm dalam 24 jam di beberapa daerah, terutama Sumatera Barat, Lampung, Banten, Jawa Barat selatan, dan Jawa Tengah bagian selatan. Peringatan ini dikeluarkan karena pengaruh bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan Jawa yang masih aktif dan menarik massa udara basah dari laut. Masyarakat diminta waspada terhadap potensi banjir, longsor, genangan, dan angin puting beliung. MAKNA LAGU
Penyebab dan Pola Cuaca Ekstrem: BMKG Waspada Hujan Lebat Sumatera-Jawa Hari Ini
Bibit siklon tropis yang terdeteksi sejak 20 Januari terus menguat di sekitar 9–12°LS dan 105–112°BT, sekitar 400–600 km selatan Pulau Jawa. Sistem ini menarik uap air dalam jumlah besar dari Samudra Hindia dan Laut Jawa, menciptakan zona konvergensi angin monsun baratan yang sangat kuat. Kelembapan lapisan atas mencapai 85–95%, ditambah suhu permukaan laut hangat di atas 28 °C, sehingga mendukung pembentukan awan cumulonimbus masif. Hari ini, 23 Januari, hujan lebat sudah mulai melanda sejak dini hari di Sumatera Barat (Padang 180–240 mm/12 jam), Lampung (Bandar Lampung 150–200 mm), dan Jawa Barat selatan (Sukabumi 200–280 mm). Angin kencang 50–80 km/jam ikut menyertai, menyebabkan pohon tumbang dan atap rumah roboh di beberapa titik. Prediksi hingga malam: hujan lebat meluas ke Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Banten, Jakarta, Jawa Tengah selatan, Yogyakarta, dan Jawa Timur selatan. Curah hujan bisa mencapai 250–350 mm/hari di zona merah, disertai petir dan kilat yang intens.
Dampak terhadap Masyarakat dan Infrastruktur: BMKG Waspada Hujan Lebat Sumatera-Jawa Hari Ini
Hingga siang 23 Januari, genangan air sudah terjadi di puluhan titik di Jakarta, Bandung, Bogor, dan Bekasi. Di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, genangan mencapai 50–100 cm di kawasan rendah seperti Cawang, Kampung Melayu, dan Cipinang Melayu. Banjir rob juga melanda pesisir utara Jakarta, termasuk Pluit dan Muara Karang, dengan ketinggian hingga 70 cm. Di Sumatera Barat, banjir bandang di Padang Panjang dan Agam merendam ratusan rumah dan menutup akses jalan lintas Sumatera. Lampung alami genangan parah di Bandar Lampung dan Pringsewu, sementara Jawa Barat laporkan longsor di Sukabumi dan Bogor yang menutup beberapa ruas jalan provinsi. Total korban jiwa sementara tercatat 6 orang (4 longsor di Sumbar, 2 banjir di Lampung), dengan puluhan luka-luka dan ribuan warga mengungsi. Infrastruktur terdampak: listrik padam di ratusan desa, jaringan telepon dan internet terganggu, serta beberapa jembatan kecil ambruk. Petani di lahan basah kehilangan tanaman padi dan sayur yang hampir panen.
Respons Pemerintah dan Rekomendasi BMKG
BMKG memperpanjang status siaga hingga 25 Januari dan meminta masyarakat menghindari daerah rawan longsor serta sungai meluap. BNPB dan BPBD provinsi sudah membuka posko darurat di Sumatera Barat, Lampung, Banten, dan Jawa Barat. Distribusi logistik darurat—tenda, makanan siap saji, air bersih, dan obat-obatan—sedang digesa, dibantu TNI-Polri dengan helikopter untuk daerah terisolasi. Gubernur dan bupati diminta melakukan evakuasi preventif di zona merah. Rekomendasi BMKG: pantau prakiraan cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG, hindari aktivitas luar ruangan saat hujan deras, siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat, dan dokumen penting. Nelayan diminta menunda melaut hingga gelombang reda. Pemerintah pusat menekankan pentingnya infrastruktur tahan bencana dan sistem peringatan dini yang lebih baik di daerah rawan.
Kesimpulan
Hujan ekstrem yang dipicu bibit siklon tropis di selatan Jawa kembali mengancam banjir dan longsor di Sumatera dan Jawa pada 23 Januari 2026. Genangan, longsor kecil, dan banjir rob sudah terjadi di beberapa titik, membuat warga dan pemerintah harus siaga penuh. Respons cepat dari BPBD, Dishub, dan pompa air menjadi harapan utama mengurangi dampak. Namun, intensitas hujan yang masih tinggi hingga 25 Januari berarti risiko banjir besar tetap ada. Warga diminta tetap waspada, pantau informasi resmi, dan hindari daerah rawan. Semoga hujan segera mereda dan wilayah terdampak bisa kembali normal tanpa korban tambahan. Cuaca ekstrem memang ujian, tapi kesiapsiagaan dan kerjasama bisa meminimalkan kerugian. Tetap aman di rumah kalau tidak mendesak!