Cuaca Ekstrem Sulawesi, Banjir & Longsor. Cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi sejak 23 Januari 2026 terus menimbulkan dampak berat. Hujan lebat berkepanjangan akibat pengaruh bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan Jawa memicu banjir bandang dan longsor di sejumlah kabupaten. BPBD Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara melaporkan puluhan titik banjir serta longsor yang menewaskan 21 orang hingga pagi 27 Januari. Ribuan rumah terendam, akses jalan terputus, dan ribuan warga mengungsi. Situasi ini menjadikan Sulawesi salah satu wilayah paling terdampak cuaca ekstrem di Indonesia awal 2026, dengan status siaga merah masih berlaku hingga akhir pekan. MAKNA LAGU
Penyebab dan Pola Cuaca Ekstrem: Cuaca Ekstrem Sulawesi, Banjir & Longsor
Bibit siklon tropis yang terdeteksi sejak akhir Desember 2025 kini berada di sekitar 8–13°LS dan 110–120°BT dengan kecepatan angin maksimum 70–90 km/jam. Sistem ini menarik uap air dalam jumlah besar dari Samudra Hindia, menciptakan zona konvergensi angin monsun baratan yang sangat kuat. Kelembapan lapisan atas mencapai 90–98% dan suhu permukaan laut di atas 29 °C, sehingga awan cumulonimbus berkembang masif dan menghasilkan hujan lebat berkepanjangan disertai petir serta angin kencang 50–80 km/jam. Prakiraan hingga 28 Januari: hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi melanda Sulawesi Selatan (Makassar, Gowa, Maros, Sinjai), Sulawesi Tengah (Palu, Donggala, Sigi), dan Sulawesi Tenggara (Kendari, Kolaka, Konawe). Curah hujan tambahan 150–300 mm diperkirakan, dengan risiko longsor di lereng pegunungan dan banjir bandang di daerah aliran sungai.
Dampak terhadap Masyarakat dan Infrastruktur: Cuaca Ekstrem Sulawesi, Banjir & Longsor
Hingga pagi 27 Januari, banjir bandang dan longsor telah menewaskan 21 orang (12 longsor di Sulsel dan Sulteng, 9 banjir bandang di Sultra). Lebih dari 7.500 rumah terendam, 1.200 di antaranya rusak berat. Sekitar 32.000 jiwa mengungsi ke posko-posko di masjid, gereja, sekolah, dan balai desa. Sawah dan kebun seluas ribuan hektare terendam, mengancam hasil panen padi dan hortikultura di musim tanam ini. Infrastruktur terdampak parah: jalan nasional Trans-Sulawesi terputus di 19 titik karena longsor dan banjir. Listrik padam di ribuan rumah karena tiang roboh dan gardu terendam. Jaringan telepon dan internet terganggu di sebagian besar wilayah terdampak. Beberapa jembatan kecil ambruk, memaksa warga menggunakan perahu karet untuk mobilitas. Di Makassar, banjir rob dan luapan Sungai Tallo menggenangi kawasan pesisir dengan ketinggian hingga 1,5 meter.
Respons Pemerintah dan Rekomendasi
Gubernur Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara telah menyatakan status tanggap darurat bencana di kabupaten terdampak. BNPB mengerahkan helikopter dan perahu karet untuk evakuasi serta distribusi logistik ke desa terisolasi. TNI-Polri membentuk posko gabungan di Makassar, Palu, dan Kendari dengan ribuan personel terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air minum, selimut, obat-obatan, dan tenda darurat sudah mulai disalurkan melalui jalur darat dan udara. BMKG memperpanjang status siaga hingga 29 Januari dengan prakiraan hujan sedang hingga lebat masih mungkin terjadi di wilayah Sulawesi. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap longsor susulan dan banjir bandang, serta hindari sungai yang masih meluap. Rekomendasi utama: pantau prakiraan cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG, siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat, dan dokumen penting, serta hindari aktivitas di daerah rawan.
Kesimpulan
Hujan ekstrem yang melanda Sulawesi sejak 23 Januari 2026 memicu banjir bandang dan longsor di puluhan titik, menewaskan 21 orang, merendam ribuan rumah, dan memutus akses jalan utama. Respons pemerintah dan TNI-Polri sudah berjalan cepat, namun akses ke wilayah terisolasi tetap menjadi tantangan utama. Prakiraan cuaca hingga akhir pekan menunjukkan risiko banjir susulan dan longsor masih tinggi. Warga Sulawesi diminta terus waspada dan mengikuti arahan resmi. Semoga hujan segera reda dan masyarakat terdampak bisa pulih secepatnya. Cuaca ekstrem memang ujian berat, tapi solidaritas dan kesiapsiagaan bisa meringankan beban. Tetap aman dan saling bantu!