Kasus Diabetes Meningkat, Dokter Imbau Cek Gula Darah Rutin. Kasus diabetes terus meningkat tajam di seluruh dunia, termasuk Indonesia, menjadi salah satu ancaman kesehatan utama saat ini. Pada akhir 2025, data terkini menunjukkan sekitar 589 juta orang dewasa global hidup dengan diabetes, dengan proyeksi melonjak hingga 853 juta pada 2050. Di Indonesia, jumlah penderita mencapai sekitar 20,4 juta orang dewasa pada 2024, menempatkan negara ini di peringkat lima besar dunia. Yang mengkhawatirkan, lebih dari 70 persen kasus di Indonesia belum terdiagnosis, sehingga komplikasi sering muncul terlambat. Para dokter semakin gencar mengimbau masyarakat untuk melakukan cek gula darah rutin sebagai langkah pencegahan dini, karena deteksi awal bisa mencegah perkembangan penyakit menjadi lebih parah. BERITA OLAHRAGA
Faktor Penyebab Peningkatan Kasus Diabetes: Kasus Diabetes Meningkat, Dokter Imbau Cek Gula Darah Rutin
Peningkatan kasus diabetes tipe 2, yang mendominasi lebih dari 90 persen total penderita, utamanya dipicu oleh gaya hidup modern yang kurang sehat. Konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak—terutama minuman manis dalam kemasan serta makanan olahan—menyebabkan obesitas dan resistensi insulin. Kurangnya aktivitas fisik memperburuk kondisi ini, karena tubuh semakin sulit mengolah glukosa menjadi energi. Faktor lain seperti stres kronis, tidur tidak cukup, dan penuaan populasi juga berkontribusi, terutama di perkotaan di mana akses makanan tidak sehat semakin mudah. Di Indonesia, transisi pola makan tradisional ke yang lebih tinggi kalori menjadi pendorong utama, membuat prevalensi naik dari sekitar 6-7 persen satu dekade lalu menjadi lebih dari 11 persen saat ini.
Dampak dan Komplikasi yang Mengintai: Kasus Diabetes Meningkat, Dokter Imbau Cek Gula Darah Rutin
Diabetes yang tidak terkontrol membawa risiko komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, kerusakan saraf, hingga kebutaan. Biaya kesehatan global terkait diabetes telah mencapai triliunan dolar, dengan Indonesia menghadapi beban ekonomi signifikan dari pengobatan komplikasi. Banyak penderita baru sadar saat sudah mengalami gejala lanjut, seperti sering haus, lelah berlebih, atau luka sulit sembuh. Tingginya kasus tidak terdiagnosis mempercepat angka kematian—diperkirakan jutaan nyawa hilang setiap tahun akibat diabetes dan komplikasinya. Di tengah proyeksi peningkatan hingga puluhan juta kasus baru dalam dua dekade mendatang, pencegahan menjadi prioritas utama untuk mengurangi beban ini.
Imbauan Dokter: Cek Gula Darah Rutin sebagai Kunci Pencegahan
Para dokter menekankan pentingnya cek gula darah rutin, terutama bagi yang berusia di atas 40 tahun, memiliki riwayat keluarga diabetes, obesitas, atau gaya hidup sedentari. Pemeriksaan sederhana seperti tes gula darah puasa atau HbA1c bisa mendeteksi prediabetes—kondisi di mana gula darah sudah tinggi tapi belum diabetes—sehingga intervensi dini seperti perubahan pola makan dan olahraga bisa membalik risiko. Rekomendasi umum adalah skrining setidaknya sekali setahun bagi kelompok berisiko, atau lebih sering jika ada gejala. Kombinasi dengan pola hidup sehat—makan bergizi, aktif bergerak, dan kelola berat badan—bisa menurunkan risiko hingga puluhan persen. Program skrining massal di fasilitas kesehatan primer juga semakin digalakkan untuk menjangkau lebih banyak orang.
Kesimpulan
Peningkatan kasus diabetes menjadi alarm serius yang menuntut aksi cepat dari masyarakat dan pemerintah. Dengan jutaan penderita baru setiap tahun dan mayoritas belum terdiagnosis, cek gula darah rutin bukan lagi opsional, melainkan langkah esensial untuk deteksi dini. Dokter terus mengimbau perubahan gaya hidup sederhana sebagai benteng utama pencegahan, karena diabetes tipe 2 sebagian besar bisa dicegah. Pada akhirnya, kesadaran kolektif dan tindakan preventif sekarang akan menentukan beban kesehatan di masa depan—membuat hidup lebih sehat dan bebas komplikasi bagi generasi mendatang.