
Banyak Massa Ricuh di Depan Lapangan GBK. Pada 28 Agustus 2025, kawasan sekitar Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) di Senayan, Jakarta, menjadi pusat perhatian akibat aksi demonstrasi besar-besaran yang berlangsung di dekat Gedung DPR. Ribuan buruh dari berbagai daerah, yang dipimpin oleh Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), memadati Jalan Gerbang Pemuda, tak jauh dari kompleks GBK, untuk menyuarakan tuntutan seperti kenaikan upah dan penghapusan outsourcing. Meski aksi ini direncanakan damai, ketegangan meningkat setelah insiden ricuh pada demonstrasi serupa tiga hari sebelumnya pada 25 Agustus. Kericuhan di sekitar GBK dan DPR menimbulkan pertanyaan tentang lokasi, tingkat kerusuhan, dan respons aparat keamanan. Artikel ini akan mengupas peristiwa tersebut secara ringkas. BERITA BOLA
Dimana Letak Lapangan GBK Ini
Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) terletak di Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan berbatasan dengan Senayan, Jakarta Selatan. Stadion Utama GBK, yang menjadi landmark utama kompleks ini, berdiri di lahan seluas sekitar 279 hektar, dekat dengan Gedung DPR dan Istana Negara. Kawasan ini mudah diakses melalui Jalan Gatot Subroto, Jalan Sudirman, dan Jalan Gerbang Pemuda, yang menjadi jalur utama menuju pintu masuk GBK seperti Gate 10 dan Gate 11. Dibangun pada 1960 untuk Asian Games 1962 atas prakarsa Presiden Soekarno, GBK memiliki Stadion Utama dengan kapasitas 77.193 kursi, dilengkapi fasilitas seperti lapangan sepak bola, trek atletik, dan area serbaguna untuk konser atau event olahraga. Lokasinya yang strategis di pusat Jakarta menjadikannya titik kumpul populer, baik untuk kegiatan olahraga maupun demonstrasi, seperti yang terjadi pada 28 Agustus 2025 di sekitar Jalan Gerbang Pemuda, dekat pintu masuk GBK.
Apakah Para Massa Sangat Rusuh di Depan Lapangan GBK Ini
Demonstrasi pada 28 Agustus 2025 di sekitar GBK, khususnya di Jalan Gerbang Pemuda, direncanakan sebagai aksi damai oleh Partai Buruh dan KSPI, dengan sekitar 10.000 buruh dari Jabodetabek dan daerah lain seperti Bandung dan Surabaya. Tuntutan mereka berfokus pada kenaikan upah minimum 2026 sebesar 8,5-10,5% dan penghapusan sistem outsourcing. Namun, ketegangan meningkat karena insiden sebelumnya pada 25 Agustus, di mana massa bertindak agresif dengan melempar petasan dan merusak pos polisi dekat pintu 11 GBK. Pada 28 Agustus, meski penyelenggara berupaya menjaga ketertiban, beberapa oknum dilaporkan melakukan tindakan provokatif, seperti mendorong barikade dan meneriakkan slogan-slogan keras. Situasi ini tidak separah kericuhan tiga hari sebelumnya, yang melibatkan lemparan batu dan pembakaran ban, tetapi tetap memicu ketegangan dengan aparat keamanan. Massa sempat memblokir Jalan Gerbang Pemuda, menyebabkan kemacetan di sekitar GBK, meski tidak ada laporan kerusakan signifikan di kompleks GBK itu sendiri. Aksi ini lebih terkontrol dibandingkan sebelumnya, tetapi tetap menunjukkan potensi kerusuhan jika tidak dikelola dengan baik.
Benarkah Polisi Berhasil Mendorong Kembali Massa Yang Rusuh di Lapangan DPR
Pada 28 Agustus 2025, polisi berhasil menjaga situasi di sekitar DPR dan GBK tetap terkendali, meski dengan tantangan. Berbeda dengan aksi pada 25 Agustus, di mana polisi menggunakan gas air mata dan water cannon untuk memukul mundur massa hingga ke Jalan Gerbang Pemuda, demonstrasi kali ini lebih terorganisir. Sekitar 1.500 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Pemda Jakarta dikerahkan untuk mengamankan kawasan DPR dan GBK. Polisi fokus pada pengendalian massa dengan membentuk barikade di pintu masuk DPR dan memastikan massa tidak masuk ke kompleks GBK atau Istana Negara. Meski ada ketegangan singkat, seperti dorongan massa terhadap barikade, tidak ada laporan bentrokan besar atau penggunaan gas air mata pada hari itu. Massa akhirnya membubarkan diri secara bertahap setelah menyampaikan orasi, menunjukkan bahwa pendekatan keamanan yang lebih terkoordinasi berhasil mencegah eskalasi seperti pada 25 Agustus, di mana polisi sempat kewalahan dengan oknum yang menyerang motor patroli. Keberhasilan ini juga didukung oleh dialog antara penyelenggara demo dan aparat untuk menjaga aksi tetap damai.
Kesimpulan: Banyak Massa Ricuh di Depan Lapangan GBK
Kericuhan di depan lapangan GBK pada 28 Agustus 2025 mencerminkan dinamika sosial di tengah tuntutan buruh terhadap kenaikan upah dan penghapusan outsourcing. Berlokasi di Jalan Gerbang Pemuda, dekat kompleks GBK yang ikonik, demonstrasi ini menarik ribuan massa dan sempat memicu ketegangan, meski tidak separah aksi sebelumnya. Polisi berhasil mengendalikan situasi dengan pendekatan yang lebih terkoordinasi, mencegah eskalasi kekerasan seperti pada 25 Agustus. Meski ada potensi kerusuhan dari oknum, aksi ini menunjukkan pentingnya dialog dan pengelolaan yang baik untuk menjaga aspirasi tersampaikan tanpa mengorbankan ketertiban. Kawasan GBK, sebagai pusat olahraga dan simbol nasional, tetap menjadi titik strategis untuk menyuarakan aspirasi, namun juga menuntut tanggung jawab bersama agar tetap aman dan terjaga.